Search
Close this search box.

We are creating some awesome events for you. Kindly bear with us.

EKSKLUSIF! CrowdTaskSG: Tarik Partisipasi Warga Lewat Gim untuk Bangun Singapura

Pemerintah Singapura meluncurkan CrowdTaskSG pada 2019. Sesuai namanya, CrowdTaskSG memang ditujukan agar pemerintah bisa lebih melibatkan partisipasi warga untuk menyelesaikan masalah nasional dan pembangunan di Singapura, sehingga kontribusi dan masukan dari warga bisa digunakan sebagai dasar penentuan keputusan dan tindak lanjut lembaga pemerintah.

Inisiatif ini meluncur dengan premis bahwa warga Singapura bisa memainkan peran aktif dalam pemerintahan. Mereka tidak hanya sebagai pemain pasif yang menerima skema dan layanan pemerintah. Namun, warga bisa berkreasi bersama, berkolaborasi, dan menjadi sumber informasi bagi pemerintah.

Inisiatif ini meluncur sebagai respons atas pendapat yang umum beredar kalau pemerintah Singapura kurang memerhatikan aspirasi warga. Oleh karena itu, CrowdTaskSG diciptakan untuk menjembatani kesenjangan antara warga dan lembaga pemerintahan. Lewat platform ini, pemerintah menyediakan satu platform terintegrasi untuk berbagi pendapat dan ide.

Hal ini diwujudkan dengan memberi kesempatan bagi warga untuk berkontribusi dalam survei, jajak pendapat, atau kuesioner tentang kebijakan dan masalah pemerintah lewat CrowdTaskSG. Selain itu, warga juga bisa melakukan tugas seperti menguji prototipe fitur atau produk baru di situs web pemerintah, memberi umpan balik tentang wilayah kerja yang perlu peningkatan, dan ikut terlibat untuk kebutuhan penerjemahan. Sebab, Singapura biasanya perlu menyosialisasikan kebijakan pemerintah dalam empat bahasa, Inggris, Melayu, Mandarin dan Tamil.

Tim CrowdTaskSG terus berupaya meningkatkan minat warga untuk berkontribusi aktif di platform ini. Mereka juga terus mengeksplorasi tugas-tugas bersama (crowd task) lain yang bisa diintegrasikan di platform ini. Untuk itu, tim CrowdTaskSG kerap menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan instansi lain untuk mempelajari dan menggali ide bagaimana platform ini bisa lebih dioptimalkan untuk mendukung berbagai inisiatif crowdsourcing.

Gamification untuk menarik partisipasi warga

Sejak pertama meluncur, GovTech sudah menyertakan gamification pada platform ini. Mereka terinspirasi untuk memasukkan faktor permainan dalam platform ini lantaran terinspirasi oleh kepopuleran gim Pokemon GO.

Pokemon GO adalah gim berbasis lokasi dan augmented reality. Lewat gim ini, pemain diajak untuk menangkap dan mengumpulkan berbagai monster unik khas Pokemon. Memanfaatkan GPS di perangkat pengguna, mereka harus menjelajah ke tempat-tempat berbeda untuk menemukan  berbagai monster langka itu. Monster Pokemon yang terkumpul bisa dilatih dan dipertarungkan. Gim ini sekaligus menghitung jumlah langkah yang dilakukan dalam sehari untuk menangkap monster-monster itu.

Kesuksesan Pokemon GO berhasil mengangkat gim ini menjadi fenomena dunia. Menariknya, gamification permainan itu berhasil menarik orang untuk keluar rumah dan lebih aktif melakukan kegiatan fisik.  Hal yang kian jarang dilakukan di kehidupan modern sebelum popularitas gim ini meledak.

Resep rahasianya tentu terletak pada gamification yang berhasil dieksekusi dengan baik oleh pembuat permainan ini. Pokemon Go sukses mengubah kegiatan berjalan keluar rumah yang menjemukan menjadi kegiatan sosialisasi yang menyenangkan.

“Hal inilah yang membuat kami berpikir apakah kita bisa memanfaatkan cara yang sama untuk membantu membangun misi Smart Nation di Singapura,” jelas tim pengembang CrowdTaskSG dalam wawancara dengan OpenGovAsia.

Lewat CrowdTaskSG, tim ingin memberi ruang bagi talenta-talenta terbaik Singapura untuk memberikan kontribusi mewujudkan Smart Nation. Sebab, mereka percaya banyak warga Singapura yang memiliki potensi, ide, dan masukan berharga untuk membantu membangun negara. Namun, talenta itu tersiakan karena kurang difasilitasi oleh platform yang tepat dan kurangnya motivasi untuk ambil bagian.

Tim CrowdTaskSG berharap dengan berbagai gamification yang dihadirkan bisa menjembatani kebutuhan pemerintah dan keinginan warga untuk berkontribusi. Mereka pun ingin membuat proses kontribusi itu menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Tim mengintegrasikan gamification ke dalam berbagai tugas yang ada di CrowdTaskSG. Misal, ketika warga membantu menyelesaikan survei atau tugas tertentu, mereka akan mendapat poin untuk naik level. Adopsi leaderboard ini diklaim berhasil meningkatkan pertumbuhan pengguna hingga 10 persen.

Mereka juga bisa mendapat koin virtual yang bisa digunakan berbelanja lewat NETS QR (jejaring pembayaran elektronik menggunakan kode QR di Singapura). Sejauh ini, tim sudah mengadopsi konsep gamification sederhana yang cocok untuk semua umur.

Sebagai layanan self-service, tiap instansi pemerintah di Singapura bisa membuat tugas atau survey yang mereka perlukan di CrowdTaskSG. Tim berpendapat mereka mendapat repons positif dari instansi pemerintahan yang memakai platform ini. Sebab, mereka mendapat cara yang efisien dan cepat untuk mendapat umpan balik warga.

“CrowdTaskSG sangat berguna untuk tim pengalaman pengguna (User Experience/ UX) dan tim Design Thinking yang ingin mengetes pengguna dan mendapat tanggapan mendalam dalam proses desain mereka,” jelas tim lagi.

Selain itu, CrowdtaskSG Tech Stack juga dimanfaatkan untuk membuat dan menyempurnakan situs SG Translate Together (SGTT). Lewat portal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika Singapura bisa berkolaborasi dengan warga untuk melakukan translasi data. Data ini lantas digunakan untuk melatih dan memperbaiki kemampuan SG Translate, the Machine Translation Engine, agar hasil terjemahan terasa lebih lokal. SGTT menyediakan sumber daya translasi dan forum sebagai tempat bersosialisasi komunitas para penerjemah.

Untuk membuat platform ini menarik dan berguna bagi pengguna, CrowdTaskSG aktif mencari umpan balik dan saran pengguna.

“Kami kerap melakukan wawancara pengguna untuk memahami kebutuhan mereka dan bagaimana meningkatkan kenyamanan mereka. Kami juga menjaga agar antarmuka layanan kami tetap bersih dan sederhana untuk mengurangi distraksi dan kemudahan pemahaman pengguna.”

Untuk menjaga keamanan, platform ini menggunakan verifikasi pengguna. Sementara bagi instansi pemerintahan yang ingin menggunakan platform ini, mereka bisa memanfaatkan fitur pemindaian untuk mendapat responden yang tepat.

Ketika berbicara pengembangan CrowdTaskSG ke depan, tim berkomitmen untuk senantiasa menerima umpan balik pengguna, baik warga atau instansi pemerintah, untuk terus memperbaiki layanan mereka dengan fitur baru.

Teknis pengembangan CrowdTaskSG

Tim CrowdTaskSG membagikan sejumlah tips ketika membuat layanan yang akan diakses secara massal. Menurut mereka, hal utama yang harus dipertimbangkan adalah kemudahan akses pengguna. Dengan pertimbangan itu, mereka membangun CrowdTaskSG sebagai situs web yang mobile-responsive agar bisa digunakan oleh pengguna yang menggunakan berbagai perangkat, baik ponsel maupun desktop.

“Jika dibuat sebagai aplikasi mobile, akan menambah kesulitan pengguna yang ingin berpartisipasi. Mereka mesti mengunduh aplikasi itu terlebih dahulu. Hal ini bisa menjadi penghalang besar bagi warga untuk berpartisipasi. Dengan membuat , pengguna baru cukup memindai kode QR, login, dan bisa langsung berpartisipasi.”

Untuk bahasa pemrograman, mereka menggunakan TypeScript, dengan frontend berjalan menggunakan React dan backend menggunakan NodeJS. “Memiliki bahasa yang sama di seluruh stack membantu pengembang kami beralih dengan cepat ketika mengembangkan frontend dan backend dengan sedikit contextual overhead.”

Untuk mempercepat respons ketika pengguna manghadapi kendala teknis, tim CrowdTaskSG menyarankan perlu dilakukan audit yang kuat agar bisa segera dilakukan identifikasi masalah. Mereka juga melakukan pengujian secara rutin untuk memastikan aplikasi mampu menampung ketika terjadi lonjakan lalu lintas.

Meski gamification dipercaya bisa meningkatkan interaksi warga, namun kendalanya adalah bagaimana cara mengatasi kecurangan. Sebab, ada saja warga yang ingin mencurangi sistem dengan mengirimkan tugas berkali-kali atau menyelesaikan tugas yang tidak ditujukan kepada mereka demi mengejar hadiah.

Untuk mengatasi hal ini, tim memastikan tugas yang dibagikan di CrowdTaskSG bersifat idempotent. Artinya, warga hanya bisa mengirim tugas sekali. Jika lebih dari itu, maka tidak akan berpengaruh pada peringkat atau nilai pengguna. Selain itu, mereka juga melakukan pemeriksaan validasi secara ekstensif untuk memastikan pengguna tidak diberi imbalan untuk melakukan tugas yang tidak ditugaskan kepada mereka.

Terkait dengan masalah keamanan, tim memastikan melakukan serangkaian ujian penetrasi dan menilai potensi kerentanan pada setiap perilisan besar. Selain uji pra-rilis, setiap bulan mereka juga menilai risiko keamanan melalui pemindaian open source dan alat pengawasan risiko lain. Tim juga memiliki bot untuk melacak lalu lintas dan potensi serangan secara real-time untuk memastikan penyelidikan tepat waktu terhadap aktivitas yang mencurigakan atau tidak biasa.

Membangun tim kreatif

Tim CrowdTaskSG dilatih untuk tak takut berinovasi. “Tim kami berpedoman pada nilai-nilai organisasi kami untuk menjadi Gesit, Berani, dan Kolaboratif. Kami melakukan dengan cepat, menguji dengan cepat, dan gagal dengan cepat.”

Mereka juga melakukan retrospektif per dua minggu sebagai momen untuk mengevaluasi hasil Sprint sebelumnya dan berbagi ide baru. Ide-ide ini tidak terbatas pada produk yang tengah dikembangkan tapi juga cara bekerja. Mereka juga memiliki papan ide yang akan menampung ide semua anggota tim yang mungkin bisa berguna di masa depan.

Selain itu, mereka menjalin komunikasi yang terbuka dengan tim dan berusaha mengadopsi budaya tanpa menyalahkan. Dengan demikian, mereka bisa memupuk ruang aman bagi anggota tim untuk berbagi pemikiran dan keprihatinan secara terbuka. Mereka juga menanamkan pola pikir untuk mengutamakan kepentingan pengembangan produk dalam cara kerja mereka.

Bekerja dengan tim yang berbeda latar belakang, tim CrowdTaskSG mengutamakan kebersamaan dan mengumpulkan perspektif dari berbagai sisi lewat diskusi yang cepat dan efektif. Selain itu, memiliki visi dan tujuan produk yang kuat juga mempersatukan tim yang berbeda latar belakang ini.

Mereka juga mengutamakan budaya yang saling merangkul dan merayakan keberagaman, karena anggota tim sadar mereka semua memang menyumbang perspektif dan keahlian yang berbeda ke dalam tim. Budaya gotong royong untuk menyelesaikan masalah satu sama lain juga dilakukan agar proyek yang tengah dikerjakan bisa bergerak maju.

PARTNER

Qlik’s vision is a data-literate world, where everyone can use data and analytics to improve decision-making and solve their most challenging problems. A private company, Qlik offers real-time data integration and analytics solutions, powered by Qlik Cloud, to close the gaps between data, insights and action. By transforming data into Active Intelligence, businesses can drive better decisions, improve revenue and profitability, and optimize customer relationships. Qlik serves more than 38,000 active customers in over 100 countries.

PARTNER

As a Titanium Black Partner of Dell Technologies, CTC Global Singapore boasts unparalleled access to resources.

Established in 1972, we bring 52 years of experience to the table, solidifying our position as a leading IT solutions provider in Singapore. With over 300 qualified IT professionals, we are dedicated to delivering integrated solutions that empower your organization in key areas such as Automation & AI, Cyber Security, App Modernization & Data Analytics, Enterprise Cloud Infrastructure, Workplace Modernization and Professional Services.

Renowned for our consulting expertise and delivering expert IT solutions, CTC Global Singapore has become the preferred IT outsourcing partner for businesses across Singapore.

PARTNER

Planview has one mission: to build the future of connected work. Our solutions enable organizations to connect the business from ideas to impact, empowering companies to accelerate the achievement of what matters most. Planview’s full spectrum of Portfolio Management and Work Management solutions creates an organizational focus on the strategic outcomes that matter and empowers teams to deliver their best work, no matter how they work. The comprehensive Planview platform and enterprise success model enables customers to deliver innovative, competitive products, services, and customer experiences. Headquartered in Austin, Texas, with locations around the world, Planview has more than 1,300 employees supporting 4,500 customers and 2.6 million users worldwide. For more information, visit www.planview.com.

SUPPORTING ORGANISATION

SIRIM is a premier industrial research and technology organisation in Malaysia, wholly-owned by the Minister​ of Finance Incorporated. With over forty years of experience and expertise, SIRIM is mandated as the machinery for research and technology development, and the national champion of quality. SIRIM has always played a major role in the development of the country’s private sector. By tapping into our expertise and knowledge base, we focus on developing new technologies and improvements in the manufacturing, technology and services sectors. We nurture Small Medium Enterprises (SME) growth with solutions for technology penetration and upgrading, making it an ideal technology partner for SMEs.

PARTNER

HashiCorp provides infrastructure automation software for multi-cloud environments, enabling enterprises to unlock a common cloud operating model to provision, secure, connect, and run any application on any infrastructure. HashiCorp tools allow organizations to deliver applications faster by helping enterprises transition from manual processes and ITIL practices to self-service automation and DevOps practices. 

PARTNER

IBM is a leading global hybrid cloud and AI, and business services provider. We help clients in more than 175 countries capitalize on insights from their data, streamline business processes, reduce costs and gain the competitive edge in their industries. Nearly 3,000 government and corporate entities in critical infrastructure areas such as financial services, telecommunications and healthcare rely on IBM’s hybrid cloud platform and Red Hat OpenShift to affect their digital transformations quickly, efficiently and securely. IBM’s breakthrough innovations in AI, quantum computing, industry-specific cloud solutions and business services deliver open and flexible options to our clients. All of this is backed by IBM’s legendary commitment to trust, transparency, responsibility, inclusivity and service.