Search
Close this search box.

We are creating some awesome events for you. Kindly bear with us.

Meningkatkan Multikanal Kepuasan Konsumen Melalui Personalisasi Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dan Digital

Melihat perkembangan teknologi digital yang masif, pelayanan pengalaman konsumen menjadi diferensiasi yang unik dan penting dalam setiap pemilik bisnis. Seiring dengan peningkatan interaksi multikanal, konsumen semakin menitikberatkan pada kepuasan konsumen yang dapat diakses secara mudah melalui berbagai kanal.

Untuk memenuhi ekspektasi konsumen yang terus berkembang, strategi perusahaan untuk meningkatkan kepuasan konsumen dalam ranah digital adalah dengan mengimplementasikan dan mengintegrasikan dengan kecerdasan buatan (AI). Dengan memanfaatkan kekuatan AI, perusahaan dapat menganalisis data konsumen untuk mendapatkan infomasi mengenai preferensi, perilaku, dan kebutuhan individual, sehingga dapat menawarkan solusi yang relevan.

Algoritma dalam machine learning memungkinkan perusahaan untuk menyediakan ide produk dan promosi yang ditargetkan kepada konsumen melalui berbagai kanal, termasuk di antaranya situs jaringan, aplikasi seluler, platform media sosial, dan toko online.

Chatbot dan asisten virtual berbasis AI memainkan peran penting dengan memanfaatkan pemrosesan bahasa alami dan teknik machine learning untuk memahami dengan akurat dan segera merespons pertanyaan pelanggan secara real-time.

Chatbot juga dapat meningkatkan layanan konsumen secara efisien secara tanggap dan akurat. Teknologi tersebut dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan basic, memberikan informasi produk, memproses transaksi, dan bahkan mengatasi permasalahan konsumen. Dengan demikian, perusahaan dapat menciptakan kepuasan pelanggan yang baik dan efektif.

Lebih jauh lagi, teknologi kecerdasan buatan menyediakan analisis yang memungkinkan perusahaan untuk mengetahui dan membaca minat dan pola konsumen terkait tingkat kepuasan mereka terhadap berbagai platform digital.

Perusahaan juga dapat memperoleh informasi penting terkait emosi konsumen dengan menganalisis data konsumen yang terkumpul, ulasan dan interaksi media sosial, serta menyesuaikan strategi mereka sesuai dengan hasil analisis tersebut. Hal ini membantu dalam mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, merespons masalah pelanggan, dan secara proaktif meningkatkan keseluruhan pengalaman pelanggan.

Dalam tingkatan ini, personalisasi memberikan pengalaman konsumen yang lebih menarik dan relevan, sehingga dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen.

OpenGov Breakfast Insight yang diselenggarakan pada tanggal 7 Juni 2023 di The Westin Jakarta, Indonesia, berfokus untuk memberikan pengalaman pelanggan yang cepat, akurat, dan relevan guna mendorong loyalitas melalui kecerdasan AI dan machine learning yang canggih.

 Pengantar Awal

Mohit Sagar∶ Memanfaatkan teknologi AI berarti mentransformasikan metode konvensional menjadi lebih efisien

Belakangan ini, pertumbuhan teknologi berkembang begitu pesat. Terlebih, penggunaan AI yang memiliki peran begitu penting dalam meningkatkan produktivitas bisnis. Data menunjukkan bahwa pandemi membuat 17,5% konsumen di Indonesia yang sebelumnya berbelanja secara offline mulai mencoba berbelanja secara online. Terdapat berbagai saluran penjualan yang digunakan oleh konsumen untuk berbelanja online, termasuk marketplace, media sosial, dan website. Persentase konsumen yang memilih untuk berbelanja secara eksklusif online meningkat dari 11% sebelum pandemi menjadi 25,5% pada awal 2021. Menariknya, 74,5% konsumen tetap memilih untuk berbelanja online daripada offline.

Dengan demikian, Mohit Sagar, CEO & Pimpinan Redaksi, OpenGov Asia menjelaskan bahwa para pebisnis harus mampu mengolaborasikan bisnis dengan kecerdasan buatan yang semakin berkembang di era saat ini. “Memanfaatkan teknologi dan kemajuan AI berarti mentransformasikan cara-cara konvensional untuk menjadi lebih efisien baik bagi pengguna maupun bisnis,” ucapnya.

Mohit menyatakan, bahwa peningkatan multikanal bagi pelaku bisnis adalah strategi yang penting dilakukan guna meningkatkan kepuasan konsumen. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pelaku bisnis dapat meningkatkan multikanal kepuasan konsumen melalui 5 poin.

Poin pertama adalah personalisasi berbasis data AI. Jika sebuah bisnis dapat menyediakan pengalaman personalisasi, seperti kemudahan mengakses informasi layanan melalui online maupun offline, maka secara tidak langsung, hal tersebut dapat membuat konsumen merasa terlayani dengan baik.

Poin kedua adalah data konsumen. Memiliki data konsumen adalah penting bagi pelaku bisnis. Dengan memiliki data konsumen yang terintegrasi, pelaku bisnis akan mengetahui kebiasaan dan pola perilaku konsumennya, sehingga hal ini akan dapat memudahkan pelaku bisnis untuk mengambil keputusan-keputusan yang relevan dengan target konsumen ke depannya.

Poin ketiga adalah bahwa pelaku bisnis harus menyediakan layanan personal customer service, di mana konsumen tidak perlu menunggu untuk mendapatakan informasi terkait bisnis. Pelaku bisnis bisa mengupayakan dengan meningkatkan chatbots atau vitual assistant yang dapat diintegrasikan langsung melalui kecerdasan buatan.

Poin keempat adalah pendapatan. Melalui analisis kebiasaan dan pola konsumen, bisnis bisa membuat keputusan-keputusan yang relevan menyesuaikan minat konsumen. Dengan demikian, bisnis dapat berinovasi untuk menciptakan berbagai revenue stream untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan.

Poin kelima adalah berinvestasi pada teknologi kecerdasan buatan. Dalam dunia teknologi digital seperti sekarang ini, sebuah bisnis akan kalah dari para kompetitornya jika tidak mengaplikasikan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas. Agar menjadi bisnis yang inovatif dan berbasis pada “consumer-oriented“, sebuah bisnis akan melejit jika dapat memanfaatkan AI dengan maksimal.

Mohit menambahkan, pengimplementasian multikanal di era digital saat ini tidak hanya mampu meningkatkan kepuasan konsumen yang dapat menghasilkan loyalitas, namun pelaku bisnis juga dapat mengurangi biaya dan mendorong pertumbuhan pendapatan.

Akan tetapi, walau penggunaan multikanal yang berbasis kecerdasan buatan memiliki banyak manfaat dan kelebihan untuk meningkatkan produktivitas bisnis, perlu diketahui pula bahwa terdapat tantangan dalam pengimplementasiannya.

Tantangan tersebut di antaranya ketika sebuah bisnis maupun perusahaan harus memastikan bahwa mereka telah mengumpulkan dan menggunakan data konsumen dengan bijak. Tidak jarang ditemukan beberapa pelaku bisnis yang tidak bijak dalam menjaga data konsumen pribadi, alhasil, hal ini tentu merugikan konsumen dan integritas perusahaan itu sendiri.

Kebocoran data misalnya dapat menimbulkan kekhawatiran dari pihak konsumen, terutama terkait informasi kesehatan atau keuangan. Melihat tantangan tersebut, perusahaan harus dapat lebih proaktif dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Selanjutnya, perusahaan juga harus dapat memulai untuk menginvestasikan pendapatan mereka kepada teknologi tenaga kerja berbakat yang dapat mengimplementasikan strategi secara efisien dan efektif. Akan tetapi, perusahaan, khususnya perusahaan rintisan, mungkin akan sangat pasti menghadapi kesulitan untuk mendapatkan balik modal (ROI) dalam rentan waktu yang pendek.

Lebih jauh, perlu adanya pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan sebelum mengimplementasikan kepuasan konsumen berbasis AI yang efektif. Perusahaan harus berinvestasi dalam riset dan analisis konsumen agar pengimplementasian mendapatkan hasil yang maksimal.

“Penting untuk mengatasi tantangan-tantangan ini saat menerapkan personalisasi berbasis AI dan kepuasan digital untuk memastikan pengimplementasian yang sukses dan menghindari permasalahan potensial yang umum terjadi,” ucap Mohit.

Sesi Sambutan

Nathan Guy∶ Perusahaan dapat mengoptimalisasikan kolaborasi dan komunikasi dengan menggunakan pendekatan cloud

Nathan Guy, Kepala UCaaS, Asia Pacific, Zoom, dalam sambutannya menjelaskan bahwa selama pandemi COVID-19, banyak perusahahaan di seluruh dunia yang menghabiskan uang untuk teknologi guna meningkatkan ketahanan bisnis. Hal ini dilakukan perusahaan untuk tetap konsisten dalam menyediakan pelayanan konsumen yang profesional dan optimal. Akan tetapi, untuk mencapai hal tersebut, terdapat tantangan-tantangan yang harus dihadapi seperti ketidakpastian ekonomi yang berlangsung serta perubahan teknologi yang begitu cepat.

“Kemudian, muncul sebuah pertanyaan terkait kemungkinan dari tempat kerja yang dapat membawa perbaikan yang positif bagi tim dan konsumennya di masa depan. Di Zoom sendiri, kami percaya bahwa transformasi positif tersebut akan terjadi,” ucap Nathan dalam sambutannya. Ia juga menambahkan bahwa ada tiga tantangan kunci dalam menghadapi perubahan ini.

Pertama, kerangka kerjasama dan produktivitas merupakan hal yang penting untuk menjaga keseimbangan dalam dinamika perubahan dunia kerja. Melalui kerjasama dan kolaborasi yang baik, nilai yang lebih maksimal dengan waktu yang lebih efisien dapat dihasilkan ke depannya.

Kedua, membangun hubungan personal yang baik di lingkungan kerja. Hal ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang positif bagi seluruh rekan yang terlibat.

Ketiga, dapat memenuhi ekspektasi yang baik dari konsumen maupun karyawan sangat penting untuk keberhasilan sebuah perusahaan. Dengan memenuhi ekspektasi yang diharapkan akan tercipta konsumen dan karyawan yang memiliki integritas baik, suportif, dan loyal.

“Sebuah laporan menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan menginvestasikan keuangan yang cukup signifikan dalam teknologi selama pandemi, yaitu sebesar S$15 miliar per minggu. Hal ini menunjukkan kesadaran bagi para pelaku bisnis dalam membangun pondasi yang kuat dalam perubahan teknologi guna mendapatkan keunggulan kompetitif di masa depan.”

Lebih lanjut, Nathan menegaskan bahwa kebutuhan masa depan untuk mengimplementasikan tempat kerja hybrid juga akan bertambah, seperti infrastruktur teknologi, fleksibilitas, komunikasi dan kolaborasi, kesejahteraan emosional, serta pelatihan dan pengembangan.

Ia juga menyebutkan bahwa voice dianggap sebagai dasar dari transformasi digital, berfungsi sebagai penghubung antara dunia luar dan dalam ruangan. “Di dunia yang semakin terhubung, keterlibatan voice harus menjadi inti daripada peripheral atau perangkat keras. Hal ini dikarenakan IP Voice menghemat biaya pengeluaran dan menghasilkan komunikasi yang terjangkau,” jelasnya.

Perusahaan melaporkan peningkatan keterlibatan, peningkatan produktivitas, dan peningkatan kolaborasi melalui aplikasi layanan konsumen terbarukan. Voice tetap menjadi hal yang krusial untuk pekerjaan masa depan, baik dalam hal keterlibatan pelanggan maupun karyawan. Oleh karenanya, bisnis harus terus berinvestasi dalam pasar yang berkembang ini.

Menurut Nathan, infrastruktur kolaborasi konvensial dapat digantikan oleh komunikasi cloud untuk memenuhi kebutuhan kerja hybrid dan jarak jauh. Integrasi berbagai fitur kolaborasi, termasuk pesan, pertemuan, konferensi, diskusi, dan berbagi konten, menjadi hal yang penting untuk menjadi aspirasi digital perusahaan.

Platform kolaborasi dibangun dengan teknologi yang menawarkan solusi komunikasi dan kolaborasi yang disesuaikan untuk berbagai industri dan departemen. Zoom telah berinvestasi secara signifikan dalam AI untuk meningkatkan pengalaman kolaborasi. Hal ini menjadikan perusahaan mampu meningkatkan pelayanan pelanggan dan membantu mereka berkembang di era kerja yang baru.

Tim yang berhubungan langsung dengan pelanggan akan menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi. Memberdayakan seseorang yang ahli dalam bidangnya dapat meningkatkan nilai perusahaan dalam segi pelayanan personal kepada konsumen. Nathan menegaskan kembali bahwa dengan pengimplementasian pemberdayaan kolaborasi yang baik dengan karyawan dapat mendorong pertumbuhan bisnis lebih pesat.

Kolaborasi yang dimaksud mencakup membuat jadwal kalender, mengobrol santai, dan mengirim email sapaan di pagi hari, kolaborasi pertemuan, kolaborasi santai melalui rapat singkat, dan panggilan telepon. Demikian pula, kolaborasi dengan konsumen mencakup perihal pemasaran, webinar, proses penjualan, dan pengalaman konsumen secara keseluruhan yang dapat diakses dengan mudah.

“Kehilangan persentase signifikan konsumen akibat pengalaman buruk dapat sangat merugikan pendapatan sebuah bisnis,” Nathan menyimpulkan. Hal ini menyoroti tantangan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan di lingkungan yang tidak pasti sambil menghadapi keterbatasan sumber daya.

Studi menunjukkan bahwa ekspektasi pelanggan telah meningkat dari tahun ke tahun, sehingga penting bagi perusahaan untuk bergerak cepat dan unggul dalam peningkatan pengalaman konsumen.

Nathan juga menekankan bahwa terdapat enam pilar untuk memenuhi keunggulan pelayanan konsumen, di antaranya:

Pertama adalah personalisasi. Menyediakan pengalaman yang disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan individu konsumen dapat memberikan pelayanan yang tertarget dan benar-benar dapat memecahkan masalah konsumen.

Kedua adalah kepercayaan. Membangun kepercayaan dengan pelanggan melalui transparansi dapat menjadi kunci untuk menjalin hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Ketiga adalah meminimalkan upaya konsumen. Menciptakan pengalaman konsumen untuk menyediakan kemudahan akses untuk menjangkau perusahaan dapat meningkatkan nilai perusahaan itu sendiri.

Keempat adalah pemenuhan ekspektasi. Menghadirkan pelayanan yang memenuhi atau bahkan melebihi harapan pelanggan dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka.

Kelima adalah penyelesaian masalah. Kemampuan untuk secara efektif mengatasi masalah atau tantangan yang dihadapi oleh pelanggan. Penyelesaian masalah yang cepat, efisien, dan memuaskan merupakan kunci keunggulan pelayanan konsumen.

Pilar keenam adalah empati. Memahami dan merespons perasaan, kebutuhan, dan kekhawatiran pelanggan dengan kepekaan dan empati dalam setiap permasalahannya dapat memberikan kesan personal yang membuat konsumen loyal dan percaya terhadap perusahaan.

Jayraj Nair∶ Sejajarkan produktivitas karyawan melalui strategi pengalaman konsumen untuk menghasilkan kepuasan konsumen yang luar biasa

Jayraj Nair, Kepala Pengalaman Konsumen – ASEAN di Zoom, menekankan bahwa mendefinisikan kembali dan mengubah pelayanan konsumen dan pelayanan tim merupakan hal yang penting untuk mengatasi tantangan dari tim yang tidak terintegrasi dengan baik.

Perusahaan yang menyediakan pengalaman secara totalitas dengan menghubungkan karyawan dan konsumen, diproyeksikan akan melampaui pesaingnya dalam tingkat metrik kepuasan yang baik pada tahun 2024.

Untuk memberikan pengalaman konsumen yang positif secara konsisten, penting bagi perusahaan untuk mengkolaborasikan produktivitas karyawan dan strategi pelayanan konsumen. Produktivitas karyawan merujuk pada efektivitas dan efisiensi. Ketika karyawan produktif, mereka dapat memberikan layanan dan dukungan superior kepada konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.

Demikian pula strategi pengalaman konsumen yang harus melibatkan perencanaan dan pelaksanaan inisiatif. Hal ini meliputi komunikasi yang dipersonalisasi, prosedur yang disederhanakan, sistem yang user-friendly, dan penyelesaian masalah yang efektif.

“Zoom menawarkan integrasi pengalaman konsumen dan pengalaman karyawan yang komprehensif secara baik,” kata Jayraj. Pengalaman yang terpadu ini memanfaatkan kemampuan end-to-end platform Zoom yang dapat diakses konsumen kapanpun dan di mana pun hanya dengan melalui cloud.

Jayraj menambahkan, bahwa dengan demikian, perusahaan dapat fokus pada karyawan dan konsumen mereka. “Oleh karena itu, kini diperkenalkan Zoom Contact Centre yang dapat mendorong loyalitas dan retensi melalui interaksi konsumen yang cepat dan personal,” Jayraj menyimpulkan.

Sesi User-Insight

Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah mengubah cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan mengakses informasi di masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan pesat dalam penggunaan teknologi, termasuk internet, smartphone, dan platform media sosial.

Dengan adanya transformasi ini, banyak sektor publik mulai mengadopsi inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi publik. Contohnya, pelayanan transportasi publik yang dilakukan Blue BirdBlue Bird yang kini sudah mencakup berbagai kanal.

Blue Bird adalah salah satu perusahaan transportasi terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini dikenal sebagai penyedia layanan taksi dan transportasi umum yang beroperasi di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Bali.

Blue Bird didirikan pada tahun 1972 dan telah menjadi salah satu ikon transportasi publik di Indonesia. Mereka menyediakan layanan taksi dengan armada yang terkenal dengan warna biru khasnya. Blue Bird juga telah mengembangkan variasi layanan yang meliputi taksi eksekutif (Silver Bird), taksi limosin (Golden Bird), taksi online (GoBluebird), dan layanan transportasi dengan aplikasi (Blue Bird Mobility Service). Selain itu, Blue Bird juga memiliki layanan taksi internasional dan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan taksi di beberapa negara, termasuk Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Pada kasus Blue Bird, untuk reservasi misalnya, kebanyakan konsumen layanan taxi tersebut lebih mengandalkan WhatsApp, mobile phone, Instagram, dan Twitter. Ini mengartikan bahwa konsumen mereka lebih memilih kanal online untuk menjangkau Blue Bird. Dengan adanya kemudahan multikanal yang dilakukan Blue Bird, hal ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses layanan dengan lebih mudah dan cepat, serta mengurangi birokrasi yang berbelit.

Andoko Wicaksono∶ Memfokuskan kanal komunikasi untuk meningkatkan pengalaman konsumen adalah hal penting untuk keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Dalam pengimplementasian seperti pemesanan taxi tersebut, Blue Bird mengandalkan 3 pihak, di antaranya konsumen, customer service representative, dan pengemudi.

Namun, perubahan ini juga menimbulkan tantangan dan risiko baru. Salah satunya adalah isu privasi dan keamanan data. Dalam era digital, banyak informasi pribadi yang dikumpulkan dan digunakan oleh perusahaan dan pemerintah untuk berbagai tujuan. Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang serius dalam melindungi privasi individu dan mengelola data dengan aman.

Oleh karena itu, untuk membuka multikanal yang lebih inklusif dan meningkatkan pelayanan konsumen yang lebih maksimal, Andoko akan memfokuskan Blue Bird untuk mengambil 6 langkah ke depannya.

Langkah pertama yaitu riwayat interaksi konsumen yang terintegrasi. Dalam konteks ini mengacu pada pengumpulan dan penyimpanan informasi mengenai semua interaksi dan transaksi yang terjadi antara perusahaan dan pelanggan. Ini mencakup catatan mengenai kontak telepon, pesan teks, email, percakapan media sosial, interaksi langsung, pembelian, keluhan, dan layanan pelanggan lainnya.

Dengan memiliki riwayat interaksi pelanggan terintegrasi, perusahaan dapat memantau dan melacak sejarah komunikasi dan hubungan dengan pelanggan secara komprehensif. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memberikan layanan yang lebih personal, responsif, dan efektif kepada pelanggan mereka. Selain itu, riwayat interaksi pelanggan yang terintegrasi juga dapat memberikan wawasan berharga dalam memahami kebutuhan, preferensi, dan perilaku pelanggan untuk meningkatkan strategi pemasaran dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan.

Kedua, Blue Bird berfokus pada sistem biaya yang efektif. Hal ini mengacu pada sistem yang dirancang untuk memastikan ketersediaan produk atau layanan dengan cara yang paling efisien dan hemat biaya. Sistem ini biasanya melibatkan pengaturan yang tepat dalam mengelola ketersediaan, logistik, distribusi, dan manajemen produksi.

Ketiga, mobilitas representasi konsumen (customer representative). Hal ini melibatkan konsep memiliki representasi konsumen yang lincah dan dapat berinteraksi dengan konsumen untuk menangani kebutuhan mereka melalui berbagai saluran.

Di era digital saat ini, mobilitas representasi konsumen menjadi semakin penting karena konsumen mengharapkan interaksi yang nyaman melalui berbagai saluran komunikasi. Representasi konsumen dapat berpindah antarsaluran seperti telepon, email, media sosial, atau bahkan bertatap muka secara langsung untuk memberikan bantuan dan solusi kepada konsumen secara interakitif. Dengan memiliki mobilitas, representasi konsumen dapat merespons cepat terhadap permintaan konsumen, sehingga dapat memberikan pengalaman layanan yang lebih efisien dan memuaskan.

Keempat, komunikasi yang dapat diandalkan. Komunikasi yang dapat diandalkan memastikan bahwa pesan yang disampaikan atau diterima oleh konsumen memiliki kejelasan melalui integritas yang tinggi.

Komunikasi yang dapat diandalkan melibatkan penggunaan profesionalitas dalam berkomunikasi, seperti telepon, surat, email, atau obrolan langsung. Selain itu, penting untuk menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi serta menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi.

Kelima, privasi data. Hal ini menjadi semakin penting dengan berkembangnya teknologi dan pengumpulan data yang semakin luas. Privasi data melibatkan kebijakan, praktik, dan langkah-langkah yang dirancang untuk melindungi informasi pribadi individu dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Keenam, pengalaman pelanggan berbasis AI. Melalui penggunaan AI, perusahaan dapat mengumpulkan, menganalisis, dan memanfaatkan data pelanggan dengan lebih efisien. AI dapat digunakan untuk mengenali pola perilaku pelanggan, menganalisis preferensi mereka, dan memberikan rekomendasi yang disesuaikan. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan melalui chatbot atau virtual assistant yang dapat merespons pertanyaan, memberikan informasi, atau menyelesaikan masalah pelanggan secara otomatis.

Lebih jauh, dalam peningkatan pelayanan konsumen, Blue Bird juga akan lebih berorientasi menjadi consumer-centrist, di mana pelayananan konsumen dibuat sedemikian rupa untuk lebih relevan dengan kebutuhan konsumen.

Andoko menambahkan, dalam menghadapi transformasi publik yang begitu drastis ini, kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan masyarakat menjadi sangat penting. Hanya melalui kerja sama yang baik dan pemahaman yang mendalam tentang dampak teknologi, perusahaan dapat memastikan bahwa transformasi publik memberikan manfaat yang positif bagi semua pihak. Andoko yakin bahwa dengan memanfaatkan teknologi, kota dapat menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan nyaman bagi warganya.

Salam Penutup

Jayraj menyatakan bahwa mengidentifikasi tantangan adalah hal penting bagi industri agar tetap kompetitif dan berkembang di lanskap bisnis yang terus berubah dengan cepat. Tantangan-tantangan ini dapat bervariasi tergantung pada industri masing-masing, seperti disrupsi teknologi, perubahan ekspektasi konsumen, kompetisi bisnis, perubahan regulasi, dan ketidakpastian ekonomi.

Setelah mengidentifikasi tantangan-tantangan tersebut, perusahaan dapat merancang strategi yang tepat untuk menghadapinya secara langsung. Strategi-strategi ini dapat melibatkan kombinasi inovasi, kegesitan, kolaborasi, dan pendekatan yang berorientasi pada konsumen.

Ia mengakui bahwa semua peserta yang hadir dalam acara ini telah memberikan wawasan berharga tentang tantangan signifikan yang dihadapi oleh berbagai industri. Melalui elaborasi ini, hal ini dapat memberikan pemahaman terhadap industri terkait dalam mengatasi tantangan tersebut.

“Memahami tantangan terbesar yang dihadapi oleh industri dan mengembangkan strategi yang tepat untuk menghadapinya adalah hal penting bagi perusahaan untuk keberhasilan jangka panjang,” jelasnya.

Jayraj menambahkan bahwa dengan merangkul inovasi, kegesitan, kolaborasi, dan pendekatan yang berorientasi pada konsumen, industri dapat menghadapi tantangan, mengambil peluang, dan mengembangkan di tengah perubahan yang cepat.

Dalam sesi yang sama, Mohit juga menambahkan bahwa melakukan kolaborasi penting untuk dilakukan untuk mengatasi tantangan industri. Dengan membangun kemitraan dan kerjasama dengan organisasi dan perusahaan lain, industri dapat mengolaborasikan dan memaksimalkan sumber daya, keahlian, dan pengetahuan untuk mengatasi tantangan dengan lebih efektif secara bersama-sama.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang berorientasi pada konsumen sangat penting dalam menghadapi tantangan industri dengan sukses. Dengan memahami dan memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen yang terus berkembang, industri dapat menciptakan produk, layanan, dan pengalaman mereka untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Perusahaan dapat menganalisis hasil data pelanggan, sehingga dapat menciptakan penawaran produk yang personal guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan,” simpul Mohit.

PARTNER

Qlik’s vision is a data-literate world, where everyone can use data and analytics to improve decision-making and solve their most challenging problems. A private company, Qlik offers real-time data integration and analytics solutions, powered by Qlik Cloud, to close the gaps between data, insights and action. By transforming data into Active Intelligence, businesses can drive better decisions, improve revenue and profitability, and optimize customer relationships. Qlik serves more than 38,000 active customers in over 100 countries.

PARTNER

As a Titanium Black Partner of Dell Technologies, CTC Global Singapore boasts unparalleled access to resources.

Established in 1972, we bring 52 years of experience to the table, solidifying our position as a leading IT solutions provider in Singapore. With over 300 qualified IT professionals, we are dedicated to delivering integrated solutions that empower your organization in key areas such as Automation & AI, Cyber Security, App Modernization & Data Analytics, Enterprise Cloud Infrastructure, Workplace Modernization and Professional Services.

Renowned for our consulting expertise and delivering expert IT solutions, CTC Global Singapore has become the preferred IT outsourcing partner for businesses across Singapore.

PARTNER

Planview has one mission: to build the future of connected work. Our solutions enable organizations to connect the business from ideas to impact, empowering companies to accelerate the achievement of what matters most. Planview’s full spectrum of Portfolio Management and Work Management solutions creates an organizational focus on the strategic outcomes that matter and empowers teams to deliver their best work, no matter how they work. The comprehensive Planview platform and enterprise success model enables customers to deliver innovative, competitive products, services, and customer experiences. Headquartered in Austin, Texas, with locations around the world, Planview has more than 1,300 employees supporting 4,500 customers and 2.6 million users worldwide. For more information, visit www.planview.com.

SUPPORTING ORGANISATION

SIRIM is a premier industrial research and technology organisation in Malaysia, wholly-owned by the Minister​ of Finance Incorporated. With over forty years of experience and expertise, SIRIM is mandated as the machinery for research and technology development, and the national champion of quality. SIRIM has always played a major role in the development of the country’s private sector. By tapping into our expertise and knowledge base, we focus on developing new technologies and improvements in the manufacturing, technology and services sectors. We nurture Small Medium Enterprises (SME) growth with solutions for technology penetration and upgrading, making it an ideal technology partner for SMEs.

PARTNER

HashiCorp provides infrastructure automation software for multi-cloud environments, enabling enterprises to unlock a common cloud operating model to provision, secure, connect, and run any application on any infrastructure. HashiCorp tools allow organizations to deliver applications faster by helping enterprises transition from manual processes and ITIL practices to self-service automation and DevOps practices. 

PARTNER

IBM is a leading global hybrid cloud and AI, and business services provider. We help clients in more than 175 countries capitalize on insights from their data, streamline business processes, reduce costs and gain the competitive edge in their industries. Nearly 3,000 government and corporate entities in critical infrastructure areas such as financial services, telecommunications and healthcare rely on IBM’s hybrid cloud platform and Red Hat OpenShift to affect their digital transformations quickly, efficiently and securely. IBM’s breakthrough innovations in AI, quantum computing, industry-specific cloud solutions and business services deliver open and flexible options to our clients. All of this is backed by IBM’s legendary commitment to trust, transparency, responsibility, inclusivity and service.